Inilah 5 Kasus Kekerasan Anak di Bali, No 3 Gegerkan Indonesia | Bali Uri.co.id

Bali Uri.co.id

Menu

Inilah 5 Kasus Kekerasan Anak di Bali, No 3 Gegerkan Indonesia

Inilah 5 Kasus Kekerasan Anak di Bali, No 3 Gegerkan Indonesia
Foto Inilah 5 Kasus Kekerasan Anak di Bali, No 3 Gegerkan Indonesia

URI.co.id, DENPASAR – Kasus kekerasan anak kembali terjadi di Bali.

Baru-baru ini, APY, putri semata wayang dari Citra (20), terbaring lemas saat menjalani visum di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Jumat (11/8/2017) lalu.

Bocah perempuan yang baru berusia empat tahun menjadi korban penganiayaan pacar ibunya, Fendi (18).

Kasus tersebut seperti mengingatkan kita pada kasus-kasus kekerasan pada anak yang pernah terjadi di Bali. 

Berikut adalah kasus-kasus kekerasan anak yang terjadi di Bali:

1. Kekerasan Anak di Pemogan

Kekerasan anak di Pemogan ini viral setelah diunggah dalam beberapa akun instagram pada Juli lalu.

Seorang anak berinisial HR (7) yang tinggal di daerah Pemogan, Denpasar, Bali, diduga setiap hari disiksa oleh ibu kandungnya.

Hal ini pun dibenarkan oleh Ketua Harian Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar, Luh Putu Anggreni.

“Iya benar. P2TP2A Denpasar, dan Provinsi serta tim sudah sempat turun. Si anak juga sudah dilakukan visum di RSUD Wangaya. Ibu si anak atau pelaku sudah diperiksa,” kata Anggreni kepada URI.co.id Bali, Jumat (7/7/2017).

Sejak beberapa hari sebelumnya, salah satu video bukti kekerasan itu diunggah oleh sejumlah akun instagram hingga viral dan ditonton hinga ratusan ribu kali.

Informasi yang dihimpun, HR kerap dipukul, bahkan dibenturkan ke dinding rumah yang terbuat dari bahan triplek.

Hasil penyelidikan dari tim yang sempat turun menemui ibu HR dia awalnya tidak mengakui bahwa telah menyiksa anaknya.

Kepada tim, ia mengaku memukul kasur dan triplek hanya untuk menakuti anaknya.

HR saat ini dikabarkan telah dititipkan di tempat kos saudaranya di Denpasar.

2. Baby J

Bayi JD tampak tertawa riang saat bercanda dengan Ketua Yayasan Metta Mama & Maggha, Vivi Monata Adiguna, Jumat (28/7/2017)

Bayi JD tampak tertawa riang saat bercanda dengan Ketua Yayasan Metta Mama & Maggha, Vivi Monata Adiguna, Jumat (28/7/2017) (URI.co.id Bali/I Wayan Erwin Widyaswara)

Berikutnya adalah kasus kekerasan terhadap balita yang terjadi di Denpasar, Bali belum lama ini.

Seorang ibu menganiaya anak kandungnya yang baru berusia 11 bulan.

Dengan kejamnya, sang ibu menampar, memukul, mencubit, hingga membawa bayinya ke kamar mandi dengan kasar lalu dimandikan memakai cairan pencuci piring.

Baca: Geger, Diduga Stres Ditinggal Pacar Bulenya, Seorang Ibu Aniaya Anaknya di Seminyak

Aksi kekerasan wanita berinisial MD terhadap bayi berinisal JB itu terungkap lewat video yang tersebar di media sosial, Kamis (27/7/2017).

Yayasan Metta Mama dan Maggha kemudian melaporkan kejadian ini ke Polda Bali, Jumat (28/7/2017).

3. Angeline

Seorang siswa SDN 12 Sanur memotret foto Engeline di sela-sela memperingati 100 hari meninggalnya Engeline di depan rumahnya Jalan Sedap Malam No 26, Kesiman, Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (26/8/2015). Sejumlah guru dan siswa SDN 12 Sanur menyalakan lilin untuk mengenang 100 hari kematian Engeline yang dulu sekolah di SDN 12 Sanur.

Seorang siswa SDN 12 Sanur memotret foto Engeline di sela-sela memperingati 100 hari meninggalnya Engeline di depan rumahnya Jalan Sedap Malam No 26, Kesiman, Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (26/8/2015). Sejumlah guru dan siswa SDN 12 Sanur menyalakan lilin untuk mengenang 100 hari kematian Engeline yang dulu sekolah di SDN 12 Sanur. (URI.co.id Bali/ Rizal Fanany)

Masih ingat dengan kasus Angeline?

Ya, bocah berusia 8 tahun ini ditemukan meninggal di belakang rumahnya yang berada di Jalan Sedap Malam, No 26, Denpasar, Bali, Rabu (10/6/2015).

Sumber yang diperoleh URI.co.id Bali, jenazah Angeline ditemukan di belakang rumah Angeline.

“Berada di belakang, di belakang kandang ayam,” jelas sumber tersebut.

Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Pol Rony F Sompie mengatakan pihaknya masih mencoba melakukan evakuasi.

4. Pencabulan Anak di Bawah Umur

Kasus pencabulan anak terjadi di Karangasem, Bali ini terjadi pada bulan April silam.

Saat itu polisi menangkap tujuh orang pelaku yakni, I Gede S (21) asal Desa Sibetan, Agus Putu W (23) asli Desa Ababi, I Putu BA (17) asal Desa Bugbug, dan Kadek Agus M (20) warga Desa Bugbug, Dani RP (19) asli Bungaya Kangin , Ana I (17) warga Bungaya Kangin, serta Jam’ul K (20) asli dari Bungaya Kangin.

Kasatreskrim Polres Karangasem, AKP Decky Hendra mengatakan, tujuh orang ini ditangkap sekitar Jalan Nenas Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Babandem.

Mereka menyetubuhi YNF (14), anak dibawah umur asal Kelurahan Subagan/Kecamatan Karangasem secara bergiliran di sebuah kamar indekos.

“Kejadian di kosan sekitar Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Subagan, Kecamatan/Kabupaten Karangasem secara bergiliran. Kejadiannya hari Kamis (6/4/2017) sekitar pukul 23.00 wita. Pelaku diamankan tadi,”katanya

5. Kekerasan Anak oleh Pacar Ibunya

Ini merupakan kasus kekerasan anak yang terbaru dan terjadi di Denpasar.

Bocah dengan inisial APY yang baru berusia 4 tahun dianiaya oleh pelaku berinisial F (18) yang merupakan pacar dari ibu korban.

C (20) asal Situbondo, Jawa Timur yang merupakan ibu kandung korban saat ditemui diruang IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Jumat (11/8/2017) mengatakan, aksi kekerasan yang dilakukan oleh F terhadap anaknya terjadi pada Kamis (10/8/2017) sekitar pukul 21.00 wita.

Saat itu C, ibu korban pergi bekerja dan menitipkan anaknya kepada F.

Disebabkan APY rewel dan nakal, F pun melakukan aksi kekerasannya dengan cara memasukan balsem ke organ vital korban.

Tak hanya itu, pada bagian wajah dan lengan tangan korban pun dilaporkan mendapat tindakan kekerasan dari F. (uri/husnur/rasetyani/CP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Bali Uri.co.id