NGERI, Pria Bersimbah Darah Diantar ke RSUP Sanglah, Tiap Bicara Darah Keluar dari Dada | Bali Uri.co.id

Bali Uri.co.id

Menu

NGERI, Pria Bersimbah Darah Diantar ke RSUP Sanglah, Tiap Bicara Darah Keluar dari Dada

NGERI, Pria Bersimbah Darah Diantar ke RSUP Sanglah, Tiap Bicara Darah Keluar dari Dada
Foto NGERI, Pria Bersimbah Darah Diantar ke RSUP Sanglah, Tiap Bicara Darah Keluar dari Dada

URI.co.id, DENPASAR – Bernadus W.A. Mali (24) tergolek dengan kondisi penuh luka di ruangan IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Jumat (8/9/2017).

Saat tiba di ruang IGD sekitar pukul 11.34 wita, bagian badan hingga wajah Benadus terlihat penuh dengan darah segar.

Informasi yang dihimpun, Bernadus mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Hayam Wuruk, Denpasar.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 wita.

Saat itu, Bernadus yang dilaporkan beralamat di jalan Noja, Supratman, Denpasar tersebut hendak menjemput adiknya di kampung Serangan, Denpasar, Bali.

Bernadus mengendarai sebuah sepeda motor dari arah selatan menuju utara. 

Belum diketahui seperti apa penyebabnya, Bernadus pun terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil.

Untuk segera mendapat penanganan intensif, Bernadus pun langsung dievakuasi ke RSUP Sanglah dengan menggunakan mobil Ambulance BPBD Kota Denpasar.

Bernadus asal Atambua, Kupang, NTT tersebut tiba di ruang IGD RS Sanglah sekitar pukul 11.34 wita.

Akibat kecelakaan tersebut, Bernadus mengalami patah tulang belikat pada bagian kiri, luka robek pada bagian leher kiri, luka robek pada dada bagian kanan, luka robek pada bagian mata kanan dan luka robek pada bagian tangan kanan serta luka lecet.

“Dia (Bernadus) mau pergi jemput adik di Serangan. Tiba-tiba kami dapat informasi dia kecelakan,” ujar Alosius Mau (30), kerabat korban saat ditemui diruang IGD RS Sanglah, Jumat (8/9/2017).

Sementara keterangan lain yang didapatkan dari Alex Mali (38) kakak kandung korban mengatakan, malam ini Bernadus akan menjalani operasi pada tulang yang patah.

Tindakan operasi korban sendiri menelan biaya sekitar Rp 60 juta.

Biaya tersebut diluar dari biaya pengobatan dan biaya kamar selama dirawat di rumah sakit.

“Rencananya pakai kartu BPJS tapi kartunya masih di kampung. Saya maunya dibawa pulang untuk pengobatan tradisional. Tapi pihak Dokter menyarankan untuk ditangani sampai selesai. Yang terpenting dia (Bernadus) secepatnya ditangani dulu. Saat ini juga dia sudah puasa dan menunggu jadwal operasi,” ujar kakak kandung korban.

“Kondisinya sudah bisa diajak ngomong tapi tiap kali dia ngomong darah terus keluar dari lubang dada kanannya yang mengalami luka. Tapi dari hasil rontgen dan tc-scan tidak ada gumpalan darah. Mudah-mudahan secepatnya diambil tindakan operasi. Saya sendiri juga kurang tau kronologisnya karena saat itu saya sedang berada di Nusa Dua. Saat saya dengar dia kecelakaan saya langsung menuju kesini, “lanjutnya (opu) (uri/ustofa/ahlia/MZ)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Bali Uri.co.id