Lelang 4 Mobil Dinas Pemprov Bali Besok, Dimulai Harga Rp 4 Jutaan, Berminat? | Bali Uri.co.id

Bali Uri.co.id

Menu

Lelang 4 Mobil Dinas Pemprov Bali Besok, Dimulai Harga Rp 4 Jutaan, Berminat?

Lelang 4 Mobil Dinas Pemprov Bali Besok, Dimulai Harga Rp 4 Jutaan, Berminat?
Foto Lelang 4 Mobil Dinas Pemprov Bali Besok, Dimulai Harga Rp 4 Jutaan, Berminat?

URI.co.id, DENPASAR –  Penuh debu, karatan, ban kempes, bodi penyok, dan cat yang mulai mengelupas, begitulah gambaran 14 mobil dinas yang bakal dilelang.

Dari 14 mobil dinas ini, ada empat yang akan dilelang tahap awal, yakni jenis jeep taft GT dan kijang.

Harga lelang dimulai dari harga Rp 7 juta.

Sesuai dengan pengumuman lelang BPKAD Pemprov Bali tertanggal 8 September, ada empat kendaraan yang akan dielang pada Kamis (14/9/2017) besok.

Kendaraan yang dilelang yakni satu unit kendaraan jeep taft GT tahun 1991 dengan limit Rp 15,7 juta dengan uang jaminan Rp 7,5 juta.

Kedua satu unit Kijang Rover tahun 1995 dengan limit Rp 7,4 juta dan uang jaminan Rp 3,5 juta.

Ketiga Kijang f 50 standar dengan limit Rp 5,3 juta dan uang jaminan Rp 2,5 juta.

Keempat satu unit kijang super dengan limit Rp 4,4 juta dan uang jaminan Rp 2 juta.

Kepala UPT Pengamanan Aset Pemprov Bali, Ketut Nayaka mengatakan untuk empat kendaraan yang akan dilelang ini karena kendaraan sebelumnya gagal lelang disebabkan kesalahan nomor rangka dan nomor mesin pada lelang sebelumnya.

Lelang kendaraan dinas ini juga dikatakannya tergantung penilian dari tim penilai lelang.

Minimal usia kendaraan 7 tahun sudah bisa lelang, namun selain itu juga dilihat keadaan rusak berat, umur dan ekonomis mobil tersebut.

“Seperti kendaraan kepala biro yang baru diganti, itu kan sudah dari tahun 2005. Itu belum dihapus karena masih bisa digunakan. Tergantung kebutuhan juga kalau masih dibutuhkan tidak dihapus. Lelang kendaraan ini juga belum tentu karena akan ada pembelian mobil baru. Tetapi biasanya sudah ada pengganti walaupun tidak kendaraan baru, kebanyakan kalau sudah rusak berat baru dilelang,” ujarnya terpisah.

Kepala Bidang Pengelolaan Aset, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bali, Ketut Adhi Saskarayasa mengatakan untuk barang milik daerah ketika akan dilelang harus melalui usulan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersangkutan.

Setelah itu nantinya dari OPD baru diusulkan ke BPKAD untuk pemindah-tanganan dan penghapusan barang milik Pemprov Bali.

Kalau sudah itu semua selesai baru proses permohonan lelang dan ditindak lanjuti ke Kantor Pelayanan Kekayaaan Negara dan Lelang (KPKNL) Denpasar, Kemenkeu.

“Untuk mobil yang diparkir di dekat kantin (halaman timur kantor Gubernur Bali) memang ada sekitar 14 kendaraan, namun yang dilelang tanggal 14 September besok hanya 4 kendaraan,” ujar Adhi di ruangannya.

Kendaraan lain yang belum dilelang akan menyusul.

Dijelaskannya bahwa kantor lelang KPKNL, Kemenkeu tidak mau melaksanakan lelang sekaligus karena KPKNL melayani bukan hanya Pemprov Bali, tetapi instansi pemerintah lainnya juga.

“Kami inginnya sebanyak-banyaknya biar tidak sampai keropos, namun dalam lelang wajib menggunakan pejabat lelang negara. Dia memberikan jadwal, waktu dan jumlah dilelang,” kata birokrat asal Bongkasa, Badung ini.

Penawaran lelang dilakukan dengan cara tertulis tanpa kehadiran peserta lelang melalui internet dengan metode open bidding yang diakses melalui www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id.

Penawaran pada Kamis tanggal 14 September pukul 09.00 hingga 11.00 Wita.

Pengumuman Lewat Selebaran

Kepala Bidang Pengelolaan Aset, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bali, Ketut Adhi Saskarayasa mengatakan untuk lelang di atas Rp 50 juta, Pemprov Bali wajib mengumumkan di koran lokal, namun untuk di bawah itu hanya melalui selebaran.

Setelah diumumkan, nantinya pemda sebagai penjual menyerahkan mekanisme lelang kepada KPKNL.

Terkait mekanisme lelang, misalnya harus ada jaminan sebelum dilelang dan baru setelah itu dapat nomor tanda terima sebagai dasar lelang.

“Setelah pengumuman lelang memang harus menyetor uang ke bank sebagai jaminan, ketika dia tidak menang lelang, maka uang jaminan kembali. Untuk kendaraan bisa lelang minimal usia kendaraan 7 tahun, atau sebelum berusia 7 tahun, namun mobil keadaan rusak 30% misalnya selepas tabrakan,” jelasnya.

-Jeep taft GT 1991 limit Rp 15,7 juta, uang jaminan Rp 7,5 juta.

-Kijang Rover 1995 limit Rp 7,4 juta, uang jaminan Rp 3,5 juta

-Kijang f 50 standar limit Rp 5,3 juta, uang jaminan Rp 2,5 juta.

-Kijang super limit Rp 4,4 juta, uang jaminan Rp 2 juta. (uri/ichard/idian/RW)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Bali Uri.co.id