Pembunuhan Berencana Tewaskan Pasutri WN Jepang di Jimbaran, Anak Angkat pun Diperiksa | Bali Uri.co.id

Bali Uri.co.id

Menu

Pembunuhan Berencana Tewaskan Pasutri WN Jepang di Jimbaran, Anak Angkat pun Diperiksa

Pembunuhan Berencana Tewaskan Pasutri WN Jepang di Jimbaran, Anak Angkat pun Diperiksa
Foto Pembunuhan Berencana Tewaskan Pasutri WN Jepang di Jimbaran, Anak Angkat pun Diperiksa

URI.co.id, DENPASAR – Pasangan suami istri asal Jepang, Matsuba Nurio (76) dan Matsuba Hiroko (73), tewas dengan luka di sekujur tubuh, bahkan luka bakar.

Korban terindaksi dibunuh, lalu dibakar oleh pelaku pembunuhan.

Dipastikan kejahatan itu direncanakan dan dilakukan lebih dari satu orang pelaku.

Kapolresta Denpasar Kombespol Hadi Purnomo menegaskan bahwa memang korban dibunuh dengan perencanaan oleh pelaku.

Korban dibunuh dengan ditusuk di leher dan perut serta dengan jeratan leher.

Kemudian, dua korban dibakar usai dibunuh.

Melihat semua proses olah TKP, hasil labfor, dan keterangan forensik, maka pembunuhan itu dipastikan direncanakan.

“Pastinya pembunuhan berencana. Kami menemukan adanya barang bukti berupa bensin yang sudah disiapkan. Kemudian ada tali rafia. Apalagi ada tusukan tusukan belati atau pisau. Jadi, direncanakan sebelum ke rumah korban,” ucap Hadi kepada URI.co.id Bali, Selasa (12/9/2017).

“Kalau untuk pelaku, dugaannya lebih dari satu orang. Kalau untuk tiga orang pastinya, kami belum bisa menduga ke sana,” imbuh Hadi.

Hadi menegaskan, untuk saksi sesuai informasi penyidik sekarang ada 42 orang yang sudah diperiksa.

Baik orang dekat korban, rekan di perusahaan, dan tetangga-tetangga korban, yang tinggal di lokasi tempat tinggal korban sementara di Perumahan Puri Gading Blok F1 Nomor 6, Jimbaran.

Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan kepada saksi orang Jepang, termasuk keluarga sudah diperiksa, kemudian teman korban dan kolega atau teman bisnis.

Pun juga anak angkat korban sudah diperiksa.

Dan untuk pelaku, Hadi mengaku bahwa memang ada yang dicurigai sehingga bisa merujuk ke tersangka.

“Penyidik masih mendalami,” tegasnya.

Ia mengurai, pihaknya telah mendatangi TKP dan mendapatkan barang bukti serta sidik jari.

Dan akan menyesuaikan dan mencocokkan dengan orang yang diduga sebagai tersangka.

“Kita belum tahu kalau itu laki-laki atau perempuan, soalnya di situ sidik jarinya baru 50% kita dapatkan, mangkanya nanti kita samakan hasil di situ dengan hasil visum,” imbuhnya.

Terkait aksi pelaku membakar kasur dan korban, diakui Hadi adalah sebagai langkah atau upaya menghilangkan jejak.

Namun demikian, pihaknya tetap berusaha dan mendapatkan bukti petunjuk untuk mengungkap kasus ini.

Dan harapannya, tidak lama lagi bisa terungkap.

Sedangkan untuk motif, masih didalami.

Motif sendiri bisa disimpulkan nantinya ketika autopsi dilakukan.

Bagaimana perbuatannya pelaku, akan dapat dilihat secara bertubi-tubi atau beberapa kali melakukan penusukan.

Sehingga bisa disimpulkan apakah motifnya dendam atau yang lain.

“Untuk motif mungkin bisa jadi persaingan bisnis atau dendam. Itu nanti akan dilihat dari autopsi yang dilakukan,” bebernya.

Hadi juga menambahkan, dari hasil pemeriksaan di rumah korban ternyata barang-barang milik korban tidak ada yang hilang.

“Barang korban gak ada yang hilang, dan hari ini juga barang-barang korban diambil sama anak kandungnya,” tambahnya

Dari hasil penemuan terkait tidak ada barang-barang korban yang hilang semakin memberikan dugaan kuat yang melakukan pembunuhan tersebut adalah orang terdekat korban.

Pihaknya juga sempat memeriksa mobil yang terparkir di garasi rumahnya, yang ternyata kepemilikan mobil tersebut adalah milik anak angkat korban bernama Abdul Salam.

Namun sampai saat ini polisi masih mendalami dati keterangan Abdul Salam yang bertatus sebagai saksi dalam kejadian tersebut. (uri/estika/idayah/MH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Bali Uri.co.id