Ini 4 Dampak yang Mulai Dirasakan Semenjak Gunung Agung Naik ke Level Awas        | Bali Uri.co.id

Bali Uri.co.id

Menu

Ini 4 Dampak yang Mulai Dirasakan Semenjak Gunung Agung Naik ke Level Awas       

Ini 4 Dampak yang Mulai Dirasakan Semenjak Gunung Agung Naik ke Level Awas       
Foto Ini 4 Dampak yang Mulai Dirasakan Semenjak Gunung Agung Naik ke Level Awas       

URI.co.id, GIANYAR – Status Gunung Agung yang berada di level IV (awas) diduga berdampak terhadap kawasan pariwisata Ubud, Gianyar, Bali.

Baca: Gempa Meningkat 16 Kali Selama 12 Jam Terakhir, Gunung Agung Keluarkan Asap Putih

1.   Aktivitas lalu lintas di jalanan relatif sepi

Sejak dua hari belakangan ini, aktivitas lalu lintas di jalanan relatif sepi.

Bahkan jalur yang kerap menjadi langganan kemacetan, seperti Jalan Raya Pengosekan, Padangtegal dan Peliatan, situasinya lengang.

Kepadatan lalu lintas hanya terjadi saat jam pulang kerja maupun pulang sekolah saja.

Kasatlantas Polres Gianyar, AKP Gede Astawa, Rabu (27/9/2017), mengakui hal tersebut.

Arus lalu lintas yang lengang tersebut, kata dia, sudah terjadi sejak dua hari belakangan.

Meski demikian, pihaknya tetap menugaskan personel untuk berjaga di setiap lokasi rawan macet.

Hanya saja, lanjutnya, kini anggotanya lebih banyak menghabiskan waktunya dengan beristirahat di pos pantau.

“Jalur yang paling sering terjadi kemacetan di Jalan Raya Pengosekan. Kami heran, sejak dua hari ini situasinya lengang. Bahkan yang lewat hanya sepeda motor saja, padahal di hari biasa selalu padat kendaraan roda empat,” ujar Astawa.

Apakah hal ini dampak dari status awas Gunung Agung, yang mengakibatkan masyarakat enggan beraktivitas di luar rumah, dan banyaknya wisatawan yang pulang ke negaranya karena merasa cemas, Astawa tidak berani memastikan.

“Kami tidak bisa memastikan apakah karena dampak Gunung Agung pasca naik status. Tapi faktanya, saat ini personel di lapangan lebih banyak mendapatkan waktu istirahat karena situasi lalu lintas lengang. Situasi ini tidak hanya terjadi di Ubud, tetapi juga di jalan-jalan besar, seperti di Batubulan,” katanya.

2.   Sejumlah Wisatawan Memilih Pulang Lebih Awal ke Negaranya

Ketua PHRI Gianyar, Tjokorda Gede Agung Ichiro Sukawati mengatakan, pihaknya belum mendapatkan data resmi terkait kunjungan wisatawan pasca, Gunung Agung berstatus awas.

Khususnya kunjungan wisatawan di Kabupaten Gianyar.

Namun, kata dia, berdasarkan laporan lisan sejumlah wisatawan memilih pulang lebih awal ke negaranya.

“Sementara belum ada laporan yang pasti. Tapi secara lisan ada teman-teman yang melaporkan bahwa ada pengurangan wisatawan. Namun belum signifikan. Yang namanya erupsi gunung merapi yang besar, mereka pasti waspada. Tapi secara keseluruhan masih ada wisatawan yang tidak terpengaruh,” ucapnya.

3.   Tingkat Kunjungan Klub Malam di Kuta Menurun

Status Gunung Agung tersebut diduga juga mempengaruhi tingkat kunjungi wisatawan mancanegara di beberapa klub malam di Kuta.

Public Relations Paddys Club, Putu Martini, mengaku sejak status Gunung Agung Awas, Jumat (22/9/2017) lalu, kunjungan turis asing ke klub malam di kawasan Legian itu menurun.

Klub yang mulai buka pada sore hari hingga dini hari itu, hanya dipenuhi turis domestik.

“Iya mengalami penurunan sejak Jumat ketika dinaikkan status awas Gunung Agung nya,” ucapnya kepada URI.co.id Bali, Rabu (27/9/2017).

Dijelaskannya, biasanya, lebih dari 100 turis asing setiap hari yang berkunjung.

Sekarang kebanyakan wisatawan domestik atau warga lokal Bali saja, yang memenuhi klub yang pernah diserang oleh kelompok teroris tersebut.

Pihak manajemen klub malam Sky Garden di Jalan Legian juga mengakui penurunan kunjungan wisman.

Jumlah tamu yang datang berkurang hingga 30 persen.

Setiap malam kunjungan klub malam itu mencapai 300 minimal per malam, bahkan ketika ada event bergengsi, pengunjung mencapai 500 orang.

“Ya ada penurunan, dari jumlah yang datang turun hingga 30 persen,” kata manajemen yang enggan disebut namanya itu, kemarin.

Jika di beberapa tempat kunjungan wisatawan mengalami penurunan, berbeda halnya dengan W Sport Bar and Restoran.

Di tempat hiburan untuk bar dan restoran malam ini, kunjungan wisatawan masih tetap sama.

“Tidak ada yang berubah. Ya semingguan terakhir ini. Masih sama segini-gini aja,” kata Kasir W Sport Bar and Restoran Ema Jayanti, Rabu.

4.Tempat Belanja di Kawasan Legian Mengalami Penurunan Omzet

Tempat belanja di kawasan Legian dan Kuta mengalami penurunan omzet.

Omzet pedagang di kawasan Kuta diperkirakan turun hingga 60 persen lebih.

Hal itu disampaikan seorang pedagang, Rahmat saat ditemui URI.co.id Bali di lapaknya di kawasan Kuta, kemarin.

Rahmat mengaku, dalam sepekan terakhir sudah cukup terasa penurunan penjualan barang dagangannya dan menurunkan omzet yang diraihnya.

Rahmat mengaku, biasanya dia mencapai omzet sekitar Rp 1 juta per hari. Namun saat ini paling banter dia mencapai omzet Rp 400 ribu. (uri/yaibatul/iora/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Bali Uri.co.id