Pedagang di Denpasar Ini Keluhkan Informasi KUR | Bali Uri.co.id

Bali Uri.co.id

Menu

Pedagang di Denpasar Ini Keluhkan Informasi KUR

Foto Pedagang di Denpasar Ini Keluhkan Informasi KUR

bali.Uri.co.id, DENPASAR – Seorang pedagang jagung bakar bernama Dedi (bukan nama sebenarnya), mengeluhkan tidak transparannya informasi mengenai kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga 9 persen yang digadang-gadang pemerintah.

Awalnya, pria yang telah lama berjualan jagung di areal pantai, Kota Denpasar ini, mengaku telah lama menjadi nasabah KUR Bank Mandiri.

“Saya berjualan sudah puluhan tahun. Lalu saya meminjam KUR ke Bank Mandiri dengan bunga sekitar 1 persen per bulannya, 2 tahun yang lalu sebesar Rp 20 juta,” katanya saat dihubungi bali.Uri.co.id Bali, Selasa (17/5/2016).

Lanjutnya, pinjaman KUR ini diperkirakan akan lunas pada Juni-Juli 2016.

Ia pun berharap bisa melanjutkan dengan KUR bunga 9 persen.

“Saya sempat menanyakan ini kepada debt colector yang bisa menagih cicilan KUR saya. Tetapi kata dia, KUR dengan bunga 9 persen ini sudah habis. Padahal saya berencana meminjam dengan nominal yang sama pada KUR sebelumnya,” keluhnya.

Ia mengaku sangat kecewa, mengingat selama ini kreditnya lancar dengan cicilan pokok ditambah bunga sebesar Rp 1 juta per bulan dengan tenor 2 tahun.

“Ya harapannya saya bisa dapat pinjaman KUR bunga 9 persen ini. Kalau tidak bisa, mungkin saya akan mencari bank penyalur KUR lainnya,” katanya.

Menanggapi hal ini, Senior Vice President Bank Mandiri Region XI/Bali dan Nusa Tenggara, Maswar Purnama, hanya tersenyum.

“Imbauan saya kepada nasabah, sebaiknya bertanya langsung ke cabang Bank Mandiri terdekat sehingga informasi yang didapat utuh dan tidak parsial,” katanya.

Maswar mengatakan, memang membatasi penyaluran KUR pada volume tertentu sebagai bagian dari strategi akusisi nasabahnya.

“Kami membagi target KUR ke 108 cabang di Bali dan Nusa Tenggara, dengan jatah Rp 20 miliar per bulan. Demi menyalurkan KUR secara optimal,” katanya.

Ia mengatakan, apabila jatah target ini telah terealisasi dalam kurun waktu kurang dari sebulan, maka KUR tidak akan lagi disalurkan.

“Jadi misalkan saja, satu cabang sudah menyalurkan KUR Rp 20 miliar hingga tanggal 20, maka dalam interval dari tanggal 20 sampai 31 itu ya tidak ada penyaluran lagi,” katanya.

Ini dilakukan, agar masing-masing cabang bisa fokus menjajakan produk Bank Mandiri yang lainnya.

“Sebab kalau tidak demikian, semua pasti berlomba-lomba menyalurkan KUR, ya karena mudah disalurkan dengan bunga murah ini,” katanya.

Sementara di sisi lain, masih banyak produk Bank Mandiri yang harus disalurkan ke masyarakat.

Target KUR Bank Mandiri pada tahun 2016 sebesar Rp 300 miliar, dan hingga Mei 2016 realisasinya telah mencapai Rp 100 miliar.

“Ini membuktikan bahwa KUR sangat diminati masyarakat,” imbuhnya. (*) (uri/aselina/arashati/RL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Bali Uri.co.id