Islandia Lawan yang Sulit, Patrice Evra: ‘Jangan Remehkan Lawan Anda’ | Bali Uri.co.id

Bali Uri.co.id

Menu

Islandia Lawan yang Sulit, Patrice Evra: ‘Jangan Remehkan Lawan Anda’

Islandia Lawan yang Sulit, Patrice Evra: ‘Jangan Remehkan Lawan Anda’
Foto Islandia Lawan yang Sulit, Patrice Evra: ‘Jangan Remehkan Lawan Anda’

bali.Uri.co.id – Bukansesumbar yang keluar dari mulut Patrice Evra, bek kiri Prancis, jelang laga babak perempat final melawan Islandia di Stade de France, Saint‑Denis, Senin (4/7/2016).

Patrice Evra justru menaruh respek kepada Islandia dan meyakini Islandia bakal menjadi lawan yang sangat sulit.

Patrice Evra menilai wajar sensasi Islandia sempat bakal diprediksi terhenti pada babak 16 besar karena mereka bertemu dengan Inggris.

Menurut Evra, publik meremehkan tim‑tim kecil seperti Islandia dan menganggap mereka tim lemah.

“Tapi sekarang kita tahu dari turnamen ini sangat sulit menghadapi mereka. Saya sangat terganggu oleh fokus publik pada kesalahan Inggris dan mereka tidak melihat penampilan Islandia ketika itu. Anda tidak pernah boleh meremehkan lawan Anda,” kata Evra dilansir AFP.

Di mata Evra, Islandia tidak hanya mengandalkan lemparan ke dalam kapten Aron Gunnarson untuk meraih kemenangan atas Austria dan Inggris.

Menurut Evra, skuat asuhan Lars Lagerback dan Heimir Hallgrimson itu tahu bagaimana menunjukkan permainan mereka dan saling percaya.

“Pada semua pertandingan di turnamen ini, mereka tampil solid,” ujar pemain Juventus itu.

Patrice Evra mengenal sejumlah pemain Islandia seperti Gylfi Sigurdsson, Aron Gunnarson, dan Birkir Bjarnarson.

Evra mengenal Sigurdsson dan Gunnarson sewaktu Evra bermain di Manchester United, sedangkan Bjarnarson sejak bermain untuk Juventus.

Evra mengaku kagum terhadap Bjarnarson. Menurut Evra, gelandang FC Basel itu bermain luar biasa saat menghadapi Inggris.

Evra kagum karena Bjarnarson tidak pernah kehilangan bola.

“Sewaktu di Inggris, saya pernah menghadapi Gunnarson, jadi saya tahu betul dia. Rekan‑rekan setim saya juga mengenal pemain‑pemain mereka,” kata Evra.

Respek juga ditunjukkan oleh kubu Islandia. Birkir Mar Saevarsson, bek kanan Islandia, menilai timnya tidak boleh kehilangan konsentrasi ketika menghadapi Prancis.

Menurut Saevarsson, Prancis adalah tim yang lebih baik dan solid dibandingkan dengan Inggris.

Di atas kertas, Prancis memiliki tim yang lebih baik daripada Islandia karena memiliki pemain‑pemain berkualitas.

Les Blues menjadi unggulan pada laga ini karena berstatus tuan rumah.

Namun demikian, Islandia telah menunjukkan tidak selamanya tim unggulan bisa meraih kemenangan.

Islandia terbukti mengalahkan Inggris dan menahan imbang Portugal.

“Kami terbiasa bermain di stadion‑stadion besar dan kebanyakan jumlah suporter tim lain mengalahkan jumlah suporter kami. Kami tidak akan terpengaruh oleh 70 ribu suporter Prancis karena suporter kami luar biasa,” ujar Hannes Halldorsson, penjaga gawang Islandia, kepada UEFA.com.

Prancis harus mengatasi permasalahan mereka selama Piala Eropa 2016. Status tuan rumah terbuktik memberikan tekanan mental bagi skuat asuhan Didier Deschamps.

Prancis kerap menang lewat gol‑gol di menit akhir. Saat menghadapi Republik Irlandia di babak 16 besar, Les Blues bahkan sempat tertinggal.

“Kami adalah tuan rumah dan mungkin kami memikul tekanan lebih di pundak kami dengan cara butuh waktu lama untuk meraih kemenangan,” ujar Bacary Sagna, bek kanan Prancis, dilansir AFP.

Bacary Sagna mengatakan kebiasaan itu tidak boleh dipertahankan.

Menurut Sagna, Prancis bakal kena batunya jika terus seperti itu.

Sagna mengingatkan timnya untuk aktif sejak pemanasan dan tidak memerlukan diskusi di paruh babak untuk meraih kemenangan.

Sagna berharap timnya bisa memperbaiki hal tersebut saat menghadapi Islandia.

Menurut Sagna, Islandia ibarat Leicester City‑nya Piala Eropa 2016.

Sagna mewaspadai kekuatan Islandia yang mampu mengalahkan tim‑tim besar seperti Belanda dan Republik Ceko di babak kualifikasi Piala Eropa 2016.

Sementara itu, skuat Islandia kemungkinan besar tak akan mengubah line up di partai ini.

Tim yang dibesut dua pelatih, Lars Lagerback dan Heimir Hallgrimsson, ini makin optimistis demi kembali menghadirkan kejutan setelah sukses menyingkirkan Inggris di 16 besar.

Akan tetapi, Our Boys, julukan Islandia, harus hati-hati mengingat sembilan pemain mereka sudah terkena peringatan kartu kuning.

Islandia ingin cerita indah Leicester City yang berhasil menjuarai Liga Premier Inggris 2015/2016 dapat mereka ikuti. Islandia seperti halnya Leicester, tak pernah diunggulkan, tak punya pemain bintang, namun juara.

“Saya ingin cerita kami berakhir seperti Leicester City. Mereka bermain dengan kekuatan sendiri. Begitu juga dengan kami. Melawan Prancis kami harus menunjukkan yang terbaik. Kami tak perlu sesumbar kami harus menang. Kami berusaha untuk tak kebobolan karena mereka suka membuat lawan kelelahan,” jelas Hallgrimsson, dilansir Eurosport.com. (bali.Uri.co.idnews/deo) (uri/osafat/ugaya/YR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Bali Uri.co.id