Cutru Ngamuk & Lontarkan Kata Tak Jelas, Keluarga Minta Bantuan Petugas Bawa ke RSJ Bangli

oleh

Cutru Ngamuk & Lontarkan Kata Tak Jelas, Keluarga Minta Bantuan Petugas Bawa ke RSJ Bangli

Uri.co.id, TABANAN – I Made Cutru, pria berusia 70 tahun asal Banjar Tegalinggah, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan, mengamuk tak jelas sejak Sabtu (1/6/2019).

Ia mengeluarkan kata-kata tak jelas saat berada di rumahnya yang mengakibatkan para keluarga dan tetangga sekitar rumahnya ketakutan.

Pada Minggu (2/6/2019) siang, Made Cutru kemudian diamankan petugas Satpol PP Tabanan setelah menerima laporan dari keluarganya.

Ia diamankan untuk mengantisipasi adanya hal yang tak diinginkan.

Selanjutnya, Satpol PP diminta membawa Made Cutru ke RS Jiwa Bangli.

“Nggih, ada warga yang diamankan petugas karena sempat ngamuk dan melontarkan kata-kata tak jelas. Dan dia (Made Cutru) baru pertama kali dibawa ke RS Jiwa Bangli, sebelumnya tidak pernah,” kata mantan Perkebel Kuwum, I Wayan Wiryana, Minggu (2/6/2019).

Dia melanjutkan, Made Cutru bukanlah pasien RS Jiwa Bangli.

Namun, karena kemarin saat kejadian keluarga Cutru meminta petugas untuk membantu membawanya ke RSJ Bangli.

“Dia (Cutru) bukan pasien RSJ, tapi karena omongannya ngelantur dan sudah tak bisa ditenangkan akhirnya keluarga terpaksa meminta bantuan membawanya ke rumah sakit jiwa,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Tabanan, I Wayan Sarba menuturkan, setelah ada permintaan dari keluarga, Made Cutru akhirnya diamankan petugas pada Minggu (2/6/2019) siang.

Dikatakan, saat hendak dibawa ke mobil Made Cutru juga masih melontarkan kata-kata tak jelas.

“Saat diamankan juga sempat tidak mau dinaikkan ke mobil (mobil patroli). Tapi setelah dirayu akhirnya mau naik,” ungkapnya.

Sarba melanjutkan, setelah berhasil diamankan, Pekak Cutru langsung dibawa ke RS Jiwa Bangli untuk dilakukan pemeriksaan.

Sesampainya di RS Jiwa Bangli, Cutru justru masih tak bisa dikendalikan sembari melontarkan kata-kata tak jelas.

“Sehingga setelah tiba di sana (RSJ), Cutru terpaksa diikat dulu agar mau tenang,” katamya.

Menurutnya, peristiwa ini disebabkan oleh kumatnya kondisi Cutru.

Padahal sebelumnya, menurut keluarga ia terlihat baik-baik saja.

Sementara itu, disinggung mengenai pengawasan selama cuti Lebaran 2019, Sarba mengaku akan tetap melakukan pengawasan dan menjaga ketertiban wilayah.

“Selama cuti bersama, kami tetap melakukan pengawasan dan patroli wilayah. Ada 31 petugas yang kami siagakan untuk menjaga wilayah yang dibagi menjadi tiga shift yakni Pagi, Siang, dan Malam,” tandasnya.(*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!