Cerita Pecalang Banjar Pegok Yang Ikut Menjaga Keamanan Salat Ied Selama 10 Tahun

oleh

Uri.co.id, DENPASAR – Umat Islam di Indonesia merayakan hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah Rabu (5/6/2019).

Di wilayah Denpasar terdapat beberapa titik digelarnya salat Ied, salah satunya di lapangan Arga Coka (Lapangan Pegok), Sesetan.

Sejak pukul 06.00 WITA jemaah mulai memadati lapangan untuk melaksanakan salat Ied.

Pelaksanaan Salat Ied di lapangan Arga Coka turut melibatkan personel keamanan yang berasal dari anggota kepolisian, Babinsa, Linmas, dan Pecalang.

“Setiap tahun kami dari unsur Jaga Baya yang merupakan gabungan Linmas dan Pecalang selalu dilibatkan untuk membantu pengamanan Salat Ied. Ada enam linmas dan sepuluh Pecalang,” kata  I Made Tantra Koordinator Jaga Baya Sesetan, yang juga pacalang di Banjar Pegok.

Made Tantra mengaku telah sepuluh tahun ikut membantu mengamankan salat Ied.

“Sudah sepuluh tahun ikut jaga kalau ada salat Ied. Ada kesenangan dan kebanggaan bisa menjaga umat Muslim yang menjalankan salat dengan aman. Jadi bisa ikut berbagi suka cita di momen hari raya seperti ini,” kata Made Tantra.

“Kita juga saling sapa dan mengucapkan selamat hari raya. Bahkan sebentar jam 10 saya diundang tetangga yang Muslim untuk silahturahmi ke rumahnya untuk Idul Fitri. Nanti kalau pas Galungan, mereka gantian datang ke rumah saya,” tambah Made Tantra.

Tak hanya membantu mengamankan saat salat Ied, Made Tantra dan beberapa Pecalang juga telah membantu mengamankan sejak salat tarawih.

Meski tidak ada tradisi khusus di wilayah Banjar Pegok saat perayaan Idul Fitri, namun warga kerap saling mengantarkan makanan sebagai bentuk berbagi sukacita dalam merayakan hari raya.

“Saya satu minggu sebelum Idul Fitri ini diantar makanan terus, jadi saling memberikan makanan saat hari raya masing-masing,” kata Made Tantra. (*)  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!